Setiap manusia atau individu pasti melaksanakan proses
belajar, proses belajar yang dilaksanakan individu dimualai sejak dini sampai
akhir hayatnya. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku
atau potensi perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Proses belajar yang dilaksanakan merupakan akibat dari adanya interaksi sosial.
Belajar adalah proses memperoleh perubahan tingkah laku ( Kongnitif, afketif ,
psikomotorik ) untuk memperoleh respon yang diperlukan dalam interaksi dengan
lingkungan secara efektif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi prose belajar
: faktor internal ( faktor yang
berasal dari dalam individu ) , faktor ini meliputi : nurtisi yang diperoleh
individu sejak dini, faktor Psikis ( faktor yang berhubungan dengan Psikologis
atau kejiwaan individu, misal : kecerdasan , motivasi , minat, sikap , dan
kebiasaan belajar. Faktor eksternal
( faktor yang berasal dari luar individu )
, antara lain : faktor sosial ( meliputi manusia dan masyarakat sekitar
individu ), faktor non sosial ( keadaan tekanan udara , suasana lingkungan
fisik , kelengkapan fasilitas ).
Proses belajar berkaitan dengan individu
selaku subjek , Individu merupakan unit
terkecil dalam masyarakat yang memiliki karakteristik yang unik, karaktertistik
tersebut meyebabkan perbedaan dalam cara memperoleh pengetahuan, ada beberapa
tipe belajar , antara lain : tipe Auditori ( tipe belajar seorang individu yang
lebih suka dengan mendengarkan ), tipe Visual ( tipe belajar dengan cara
melihat), tipe Kinestetik ( tipe belajar yang tidak cukup dengan mendengar dan
melihat melainkan dengan pembuktian lewat sentuhan atau praktik ).
Proses belajar tidak terlepas dari kegiatan
sehari-hari siswa , namun masih banyak siswa kurang senang dengan kegiatan
belajar, bagi sebagian siswa belajar merupakan kegiatan yang membosankan .
Lantas bagaimana agar motivasi belajar siswa meningkat, ada beberapa tipe dan
trik belajar efektif serta menyenangkan.
Pertama,
menumbuhkan kebiasaan belajar secara kontinyu . Siswa diarahkan untuk mau
berlatih membiasakan diri belajar secara
kontinyu setiap hari. Orang tua selaku
agen yang berpengaruh pada pembentukan karakteristik dan kepribadian siswa harus ikut mendukung kegiatan belajar
anak. Anak diarahkan untuk membuat schadule kegiatan belajar dan dilakasanakan
secara berkelanjutan.
Kedua , siswa diharapkan
memahami tipe belajar yang dimiliki. Tipe
belajar yang dimiliki siswa beraneka ragam , sebagai orang tua harus mau
memberi fasilitas belajar siswa sesuai dengan tipenya masing-masing, misal :
jika seorang anak menyukai tipe belajar visual maka orang tua bisa menyediakan
laptop dan kuota internet, dengan sarana tersebut anak bisa mencari
gambar-gambar yang menarik atau grafik di internet yang dikaitkan dengan materi
yang dipelajari.
Ketiga , mencari
posisi yang nyaman ketika belajar. Situasi dan suasana yang rileks berpengaruh
pada efektifitas belajar , biasanya anak lebih senang belajar dalam situasi
yang santai dengan tempat yang bersih dan rapi ( misal : kamar yang rapi merupakan tempat yang paling nyaman bagi anak dalam melakukan
kegiatan belajar, belajar di kamar dengan diiringi alunan musik lembut bisa
menimbulkan mood belajar anak ).
Keempat ,
membuat tempelan dinding di ruang
belajar. Motivasi belajar bisa muncul karena adanya stimulus dari luar
individu. Stimulus tersebut bisa berasal dari orang-orang yang disayangi (
orang tua, orang lain yang dekat dengan anak ). Ajarkan anak untuk membuat
smile note berkaitan dengan materi yang dianggap sulit. Smile note tersebut
bisa di tulis di foto atau gambar dari orang yang disayangi anak, kemudian
ditempelkan di dinding ruang belajar anak.
Kelima
, menjauhkan alat komunikasi ketika belajar. Penggunaan alat komunikasi yang
tidak sesaui dengan waktu dan pemakaian yang terlalu sering bisa membawa dampak
negatif bagi anak. Alat komunikasi gadget berupa smartphone dapat berpengaruh pada tingkat konsentetrasi
belajar anak, selain itu dampak negatif penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi berupa internet ( aplikasi google ) mengurangi daya kreatifitas
anak, karena aplikasi tersebut menawarkan dan memberikan layanan kemudahan , misal : ketika siswa mendapatkan
tugas dari guru mereka langsung mencarinya dengan mudah di aplikasi tersebut
tanpa berfikir panjang.
Keenam , membiasakan budaya membaca. Membaca memiliki
peran yang sangat vital dalam peningkatan kecerdasan dan pengetahuaan. Membaca adalah
aktifitas membaca agar dapa memperoleh informasi yang disampaikan di dalam
bahan bacaan ( Yunus ,2012 ). Dengan membaca dapat menstimulus otak , otak dapat
berkembang secara aktif serta melatih otak melakukan analisa kecil-kecilan, dan
dengan membaca dapat memperoleh berbagai informasi. Kegiatan membaca bagi siswa sangat sulit dilakukan, siswa
diarahkan untuk selalu memiliki prinsip “ Bring a Book Everywhere You Go”. Dengan
prinsip tersebut maka siswa akan terbiasa membaca.
Berbagai
trik dan tips belajar , diharapkan siswa lebih giat dan termotivasi dalam
kegiatan belajar. Semakin giat belajar maka akan menciptakan generasi yang
cerdas , mampu mengadapi tantangan zaman, serta membentuk generasi yang
bermartabat.
