Translate

Minggu, 29 November 2020

TIPS BELAJAR EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

 

          Setiap manusia atau individu pasti melaksanakan proses belajar, proses belajar yang dilaksanakan individu dimualai sejak dini sampai akhir hayatnya. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat. Proses belajar yang dilaksanakan merupakan akibat dari adanya interaksi sosial. Belajar adalah proses memperoleh perubahan tingkah laku ( Kongnitif, afketif , psikomotorik ) untuk memperoleh respon yang diperlukan dalam interaksi dengan lingkungan secara efektif.



           Faktor-faktor yang mempengaruhi prose belajar : faktor internal ( faktor yang berasal dari dalam individu ) , faktor ini meliputi : nurtisi yang diperoleh individu sejak dini, faktor Psikis ( faktor yang berhubungan dengan Psikologis atau kejiwaan individu, misal : kecerdasan , motivasi , minat, sikap , dan kebiasaan belajar. Faktor eksternal ( faktor yang berasal dari luar individu )  , antara lain : faktor sosial ( meliputi manusia dan masyarakat sekitar individu ), faktor non sosial ( keadaan tekanan udara , suasana lingkungan fisik , kelengkapan fasilitas  ).

          Proses belajar berkaitan dengan individu selaku subjek ,  Individu merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki karakteristik yang unik, karaktertistik tersebut meyebabkan perbedaan dalam cara memperoleh pengetahuan, ada beberapa tipe belajar , antara lain : tipe Auditori ( tipe belajar seorang individu yang lebih suka dengan mendengarkan ), tipe Visual ( tipe belajar dengan cara melihat), tipe Kinestetik ( tipe belajar yang tidak cukup dengan mendengar dan melihat melainkan dengan pembuktian lewat sentuhan atau praktik ).

          Proses belajar tidak terlepas dari kegiatan sehari-hari siswa , namun masih banyak siswa kurang senang dengan kegiatan belajar, bagi sebagian siswa belajar merupakan kegiatan yang membosankan . Lantas bagaimana agar motivasi belajar siswa meningkat, ada beberapa tipe dan trik belajar efektif serta menyenangkan.

          Pertama, menumbuhkan kebiasaan belajar secara kontinyu . Siswa diarahkan untuk mau berlatih membiasakan  diri belajar secara kontinyu  setiap hari. Orang tua selaku agen yang berpengaruh pada pembentukan karakteristik dan kepribadian  siswa harus ikut mendukung kegiatan belajar anak. Anak diarahkan untuk membuat schadule kegiatan belajar dan dilakasanakan secara berkelanjutan.

          Kedua , siswa diharapkan memahami tipe belajar yang dimiliki.  Tipe belajar yang dimiliki siswa beraneka ragam , sebagai orang tua harus mau memberi fasilitas belajar siswa sesuai dengan tipenya masing-masing, misal : jika seorang anak menyukai tipe belajar visual maka orang tua bisa menyediakan laptop dan kuota internet, dengan sarana tersebut anak bisa mencari gambar-gambar yang menarik atau grafik di internet yang dikaitkan dengan materi yang dipelajari.

           Ketiga , mencari posisi yang nyaman ketika belajar. Situasi dan suasana yang rileks berpengaruh pada efektifitas belajar , biasanya anak lebih senang belajar dalam situasi yang santai dengan tempat yang bersih dan rapi ( misal : kamar  yang rapi merupakan  tempat yang paling nyaman bagi anak dalam melakukan kegiatan belajar, belajar di kamar dengan diiringi alunan musik lembut bisa menimbulkan mood belajar anak ).

          Keempat , membuat  tempelan dinding di ruang belajar. Motivasi belajar bisa muncul karena adanya stimulus dari luar individu. Stimulus tersebut bisa berasal dari orang-orang yang disayangi ( orang tua, orang lain yang dekat dengan anak ). Ajarkan anak untuk membuat smile note berkaitan dengan materi yang dianggap sulit. Smile note tersebut bisa di tulis di foto atau gambar dari orang yang disayangi anak, kemudian ditempelkan di dinding ruang belajar anak.

          Kelima , menjauhkan alat komunikasi ketika belajar. Penggunaan alat komunikasi yang tidak sesaui dengan waktu dan pemakaian yang terlalu sering bisa membawa dampak negatif bagi anak. Alat komunikasi gadget berupa smartphone  dapat berpengaruh pada tingkat konsentetrasi belajar anak, selain itu dampak negatif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi berupa internet ( aplikasi google ) mengurangi daya kreatifitas anak, karena aplikasi tersebut menawarkan dan memberikan layanan  kemudahan , misal : ketika siswa mendapatkan tugas dari guru mereka langsung mencarinya dengan mudah di aplikasi tersebut tanpa berfikir panjang.

          Keenam  , membiasakan budaya membaca. Membaca memiliki peran yang sangat vital dalam peningkatan kecerdasan dan pengetahuaan. Membaca adalah aktifitas membaca agar dapa memperoleh informasi yang disampaikan di dalam bahan bacaan ( Yunus ,2012 ). Dengan membaca dapat menstimulus otak , otak dapat berkembang secara aktif serta melatih otak melakukan analisa kecil-kecilan, dan dengan membaca dapat memperoleh berbagai informasi. Kegiatan membaca  bagi siswa sangat sulit dilakukan, siswa diarahkan untuk selalu memiliki prinsip “ Bring a Book Everywhere You Go”. Dengan prinsip tersebut maka siswa akan terbiasa membaca.

         Berbagai trik dan tips belajar , diharapkan siswa lebih giat dan termotivasi dalam kegiatan belajar. Semakin giat belajar maka akan menciptakan generasi yang cerdas , mampu mengadapi tantangan zaman, serta membentuk generasi yang bermartabat.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGHITUNG PEKAN EFEKTIF